Rabu, 11 Februari 2015

DUM-DUM



    Dum - dum adalah patung pemakan permen karet.TERIMAKASIH

Selasa, 13 Januari 2015

Patung Moai

      Patung Moai atau patung yang lebih dikenal sebagai patung "Dum dum" ini berada di Pulau Paskah / Easter Island Chile.Sebagian besar patung berjenis monolitis, atau dipahat dari satu batu saja,ada juga yang mempunyai batu Pukau tambahan terpisah yang diletakkan di bagian kepala.Lebih dari 600 Moai yang tersebar di seluruh pulau,sebagian besar dipahat dari batu karang vulanik lunak dan sekitar 400 Moai belum selesai pembuatanya.Hampir seluruh moai yang telah selesai dipahat kemudian dihancurkan oleh penduduk pribumi setempat setelah berakhirnya pembuatan patung.Walaupun biasanya teridentifikasi melalui "kepala", banyak moai yang mempunyai bahu, lengan dan batang tubuh yang telah tertimbun selama bertahun-tahun.Makna Moai sendiri belum diketahui walaupun banyak teori mengenai asal usul patung-patung ini.

       Moai diyakini mewakili arwah leluhur (sebagai penanda kuburan), atau mungkin mewakili tokoh terkemuka serta sebagai simbol status keluarga.Memebutuhkan waktu yang lama untuk mamahat moai,Moai juga harus diangkut untuk mencapai lokasi terakhir di sepanjang pulau.Tidak diketahui secara pasti bagaimana moai diangkut, tetapi proses tersebut pasti memerlukan waktu yang lama.
       Legenda kuno setempat menceritakan kisah seorang kepala suku yang mencari rumah baru. Lokasi yang dia pilih sekarang dikenal sebagai Pulau Paskah. Ketika dia meninggal, pulau tersebut dibagi-bagikan untuk anak-anak lelakinya. Setiap kali kepala dari suku ini meninggal, sebuah moai diletakkan di makam si kepala suku. Penduduk setempat percaya patung itu akan menangkap "mana" (kekuatan gaib) kepala suku. Menurut mereka, dengan menjaga "mana" di pulau itu, keberuntungan akan terjadi, hujan akan turun dan tanaman akan tumbuh. 
       Ada yang berspekulasi bahwa moai dibangun oleh masyarakat kelas bawah untuk memuliakan kelas atas. Orang kelas bawah dipaksa bekerja pada bidang ini. Setelah bertahun-tahun bekerja, kelas bawah memberontak dengan keras. Akibatnya, banyak patung yang hancur, jumlah penduduk berkurang hingga ratusan orang dan menimbun sejarah Pulau Paskah selama-lamanya.
  
       Walaupun banyak pendapat yang dicetuskan tetapi maksud dan tujuan pembuatan patung itu sampai sekrang belum diketahui.